PERUBAHAN PERAN ORANG TUA DALAM INSTITUSI KELUARGA:Studi Fenomenologi pada Persepsi Remaja

LAPORAN PENELITIAN

PERUBAHAN PERAN ORANG TUA DALAM INSTITUSI KELUARGA:
Studi Fenomenologi pada Persepsi Remaja

Disusun oleh:
Ika Anastasya

BAB I: PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Institusi keluarga mengalami transformasi signifikan seiring dengan tuntutan sosial-ekonomi masyarakat modern. Pergeseran dari pola tradisional, di mana ayah berperan sebagai pencari nafkah dan ibu mengurus domestik, menuju model di mana kedua orang tua bekerja di luar rumah, telah mengubah dinamika internal keluarga. Perubahan ini menimbulkan dilema antara pemenuhan kebutuhan ekonomi dan tanggung jawab pengasuhan anak, yang berpotensi mempengaruhi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi remaja mengenai fenomena perubahan peran orang tua tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana persepsi remaja mengenai perubahan peran orang tua dalam institusi keluarga dan dampaknya terhadap fungsi pengasuhan?

1.3 Tujuan Penelitian

•Mengidentifikasi pemahaman remaja tentang konsep keluarga dan peran orang tua.

•Menganalisis persepsi remaja mengenai dampak perubahan peran orang tua terhadap pola asuh.

•Mengeksplorasi pandangan remaja tentang dilema yang dihadapi orang tua antara tuntutan ekonomi dan pengasuhan.

BAB II: KAJIAN PUSTAKA

2.1 Teori Fungsionalisme Struktural (Talcott Parsons)

Keluarga dipandang sebagai sistem yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik bagi keberlangsungan masyarakat, termasuk sosialisasi, perawatan, dan stabilitas kepribadian. Perubahan pada satu subsistem (ekonomi) dapat menyebabkan disfungsi pada subsistem lain (keluarga), seperti terganggunya proses sosialisasi anak.

2.2 Teori Pertukaran Sosial (George Homans)

Orang tua melakukan kalkulasi untung-rugi antara bekerja (mendapatkan manfaat finansial) dengan mengasuh anak (memberikan manfaat psikologis). Keputusan untuk bekerja seringkali diambil karena pertimbangan ekonomi dianggap lebih mendesak.

2.3 Pola Asuh dan Perkembangan Anak

Pola asuh yang optimal memerlukan kehadiran fisik dan emosional orang tua. Ketidakhadiran orang tua dapat menyebabkan attachment insecurity, menurunnya pencapaian akademik, dan meningkatnya perilaku berisiko pada remaja (Amato & Fowler, 2002).

BAB III: METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi untuk memahami makna pengalaman dan persepsi subjek penelitian.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Wawancara semi-terstruktur terhadap tiga orang siswa SMA (berinisial J, N, dan V) berusia 17-18 tahun.

3.3 Teknik Analisis Data

Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, melalui proses transkripsi, pengkodean, identifikasi tema, dan interpretasi.

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Pemahaman Responden tentang Keluarga

•Responden J: "Keluarga adalah sekumpulan orang yang saling mengasihi dengan ikatan dan dukungan"

•Responden N: "Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak"

•Responden V: "Keluarga berdasarkan hubungan pertalian dan kasih sayang"

4.2 Persepsi tentang Perubahan Peran Orang Tua

Semua responden mengamati pergeseran dari model tradisional ke model kedua orang tua bekerja:

•"Dahulu ayah kerja di luar, ibunya di rumah. Sekarang keduanya kerja" (Responden J)

•"Orang tua bekerja jauh dari anak, komunikasi tidak baik" (Responden N)

4.3 Dampak yang Dirasakan

•Anak tidak terkontrol: "Tanpa orang tua, anak tidak tahu mana yang baik dan buruk" (Responden V)

•Pencarian pengakuan di luar: "Anak akan mencari kebebasan di luar, berbuat nakal" (Responden N)

•Dampak psikologis: "Anak akan merasa iri melihat teman-teman yang dijemput orang tua" (Responden V)

4.4 Dilema yang Dikemukakan

Responden menunjukkan pemahaman yang kompleks:

•"Memang baik untuk meningkatkan finansial keluarga, tapi di sisi lain anak butuh kasih sayang" (Responden J)

•Konflik antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan pengasuhan diakui sebagai masalah yang sulit dipecahkan.

5.1 Kesimpulan

Perubahan peran orang tua dalam institusi keluarga dipersepsikan oleh remaja sebagai fenomena yang memiliki dampak signifikan terhadap fungsi pengasuhan. Meskipun mereka memahami kebutuhan ekonomi yang mendasari perubahan ini, mereka juga menyadari konsekuensi negatifnya terhadap perkembangan anak, termasuk kurangnya pengawasan, pencarian identitas di luar keluarga, dan dampak psikologis.

5.2 Implikasi

Penelitian ini mengungkap pentingnya:

•Kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan keluarga

•Program parenting untuk orang tua bekerja

•Dukungan sistemik dari extended family dan masyarakat

5.3 Saran untuk Penelitian Lanjutan

Perlu penelitian lebih lanjut mengenai strategi adaptasi keluarga dalam menghadapi perubahan peran ini serta efektivitas berbagai model pengasuhan alternatif dalam konteks keluarga modern.

DAFTAR PUSTAKA

•Amato, P. R., & Fowler, F. (2002). Parenting practices, child adjustment, and family diversity. Journal of Marriage and Family, 64(3), 703-716.

•Parsons, T. (1955). Family structure and the socialization of the child. In T. Parsons & R. F. Bales (Eds.), Family, socialization and interaction process (pp. 35-131). Free Press.

•Homans, G. C. (1961). Social behavior: Its elementary forms. Harcourt, Brace & World.

•Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Postingan populer dari blog ini

'Wisata Kuliner Laut Juwana' dengan Branding Khas Pati

Perubahan Sosial Teknologi: Kasus Smartphone di Indonesia

Analisis Penggunaan Sepeda Motor oleh Siswa Sekolah di Sarimulya, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati: Studi Kasus Wawancara dengan Warga Lokal